RSS

Berkunjung Ke Kebun Sayuran

Selasa tanggal 17 Nopember yang lalu, Syahid dan teman-teman di sekolahnya berkunjung ke kebun sayuran.

Syahid senang sekali. Ia tak sabar menunggu hari kunjungan. Sehari sebelumnya ia heboh mengingatkan Bunda dan Bapak, tentang apa saja yang harus dibawa.

"Jangan lupa ya, Nda. Nanti Ayik pakai topi sama kacamata hitam. Biar nggak kepanasan."

Uhuk! Bunda jadi pingin cengar cengir mendengarnya :D

"Nanti Ayik bawa uang Rp. 5000. Untuk beli sayuran."

Okeee, Sayaaang.... Siap, deh, pokoknyaa... ;)

Malamnya, menjelang hari H, bapak ke swalayan terdekat untuk membeli sepatu Syahid. Konon dianjurkan pakai sepatu bot. 

Karena sepatu botnya tidak ada, bapak pun membeli sepatu karet. Murah meriah, harganya. Kata Syahid ringan dan nyaman dipakai.

Selasa pagi, Syahid berangkat ke sekolahnya dengan semangat. Sayangnya, Bunda nggak bisa ikut melihat aktivitas Syahid dan teman-temannya di kebun sayur. Alhamdulillah, ada wali murid yang ikut dan mengirim foto-fotonya di grup. Jadi Bunda bisa liat deh, kegiatan Syahid di sana :)

Metik sayuuuur ^_^
Pulangnya, Syahid membawa plastik berisi sayuran. Ada bayam dan juga kacang panjang.

"Lho, kok sayur yang dibawa beda dengan yang dipetik, Sayang?"

"Iya, Nda. Tadi udah diplastikin. Dikasihnya acak."

"Oooo..."

Besoknya, sayur itu Bunda masak. Kata Syahid, disuruh bu guru bawa untuk bekal di sekolah. 

Alhamdulillah....
Nice trip ya, Sayang :)

Read More »

Menggantikan Korset

Judulnya nggak banget, heuheu.... Tapi itu mewakili cerita yang sebenarnya. Cerita dari sebuah moment yang bikin hati Bunda meleleh kayak es krim dijemur, hiks...

Jadi ceritanya, beberap waktu lalu magh Bunda kumat. Ulu hati perih, perut kembung, punggung bagai ditarik. Sakit.

Untuk membuat perut terasa lebih mapan dan sakitnya nggam terlalu terasa, Bunda pakai korset. Saat mencoba nggak pakai korset, Bunda meringis kesakitan.

"Sakit, Nda?" Tanya Syahid, dengan nada khawatir.

"Iya, Sayang," jawab Bunda, masih sambil meringis.

Tiba-tiba, Syahid meluk perut Bunda sekuat-kuatnya.

"Ngapain, Sayang? Kok meluknya kuat banget?"

"Ayik nggantiin korset Bunda, biar Bunda nggak sakit..."

Nyeeess....

Hati Bunda adeeem banget. Kayak abis seharian kepanasan di bawah sinar matahari terus ditium angin sepoi2 sembari disuguhin jus jeruk. *maunya...* :D

Makasih ya Sayang, tuk perhatian Syahid yabg bikin Bunda merasa jadi Bunda paling seneeeng sedunia. Love you :-*
Read More »

Menanam Kacang Hijau

Suatu hari pulang sekolah, Syahid membawa gelas plastik bekas minuman mineral. Di dalamnya terdapat kapas basah, dan beberapa biji kacang hijau. Rupanya, kurang lebih sepekan sebelumnya ada percobaan menanam kacang hijau di kelas Syahid. Sayang Syahid tidak bisa ikut saat itu. Karena Syahid tidak bisa ke sekolah, akibat cikungunya.

Rupanya, Bu Guru berinisiatif tetap memberikan biji kacang hijau dan medianya untuk Syahid. Alhamdulillah, Syahid senang sekali.

"Punya kawan Ayik udah pada tumbuh lho, Nda."
"Iya? Nanti punya Syahid juga tumbuh. Asal dirawat dan dipelihara."

Setiap hari, Syahid begitu bersemangat merawat dan memelihara biji kacang hijau itu. Jika kapas yang menjadi media tanam terlihat kering, Syahid akan langsung menyiramnya. Syahid pun semakin antsias ketika dilihatnya biji biji kacang tersebut mulai bertunas dan tumbuh!

"Nda! Lihat, Nda! Kacang hijau Ayik tumbuh!" Begitu lapornya.

Kacang hijaunya tumbuh

Tak cukup sampai di situ, Syahid pun sangat ingin melihat kacang hijaunya tumbuh besar dan berbuah.

"Kalau gitu, nanti kita pindah ke pot kalau sudah agak besar."
"Kenapa harus dipindah, Nda?"
"Karena makanan dan minuman di kapas nggak cukup lagi, Sayang. Kacang hijaunya butuh lebih banyak."

Kacang hijau kemudian Syahid dipindah ke pot berisi tanah.

Kacang hijaunya dipindah ke pot
Kacang hijaunya tumbuh makin besar

Setelah semakin besar, kacang hijaunya kembali dipindah, dari pot langsung ke tanah. Hingga pada suatu hari....

Kacang hijaunya berbuah!

"Nda! Nda! Kacang hijaunya berbuah! Berbuah, Nda!"

Mengamati buah kacang hijaunya :)

Syahid seneeeeng banget waktu itu. Langsung bilang ke Bunda untuk BBM Bu Guru. Laporan bahwa percobaannya berhasil. Sama Bu Gurunya digodain, Syahid diminta bikinin bubur kacang hijau dari tanamannya untuk Bu Guru, hihihi.... Pas Bunda bilang buahnya belum cukup banyak untuk bikin bubur kacang hijau, Syahid langsung murung.

Kayaknya harus nanam lagi nih, yang banyak. Biar bisa bikin bubur kacang hijau ;)

"Nanti kita tanam yang banyak ya, Nda. Biar bisa bikin bubur kacang hijau."

Hihihi..

Supaya niat baik Syahid ngasih Bu Gurunya bubur kesampean, akhirnya Bunda dan Bapak inisiatif beli kacang hijau. Biar bisa langsung dibubur ;)
Read More »

Syahid Terkena Cacar

Sudah hampir sepekan, Syahid kena cacar. Lepuhan cacar mulai muncul sejak hari Rabu sore.

Jadi ceritanya, beberapa hari sebelum lepuhan itu muncul, Syahid memang sudah mulai demam. Suhu badannya naik turun. Sore atau malam panas, paginya turun. Makanya Syahid tetap sekolah walau malamnya demam.

Pas hari Rabu itu, Bunda sebenarnya udah minta Syahid buat istirahat di rumah aja. Soalnya sejak Selasa sore Syahid badannya panas. Rabu pagi masih agak anget. Tapi Syahid nggak mau. Pengennya sekolah aja. Akhirnya, Syahid pun sekolah.

Siangnya, Syahid dijemput Bapak. Ternyata suhu badan Syahid naik lagi. Panaaas banget. Syahid juga minta gendong Bapak karena nggak kuat jalan. Nampaknya Syahid merasa pusing dan linu. Bapak pun menggendong Syahid sampai ke rumah.

Sorenya, muncul semacam ruam di badan Syahid. Bapak sempat berpikir Syahid kena DBD. Tapi Bunda lebih yakin kalo Syahid kena cacar. Ternyata benar. Sorenya, ruam itu mulai berisi air dan tampak seperti lepuhan.

Keesokan harinya, hari Kamis tanggal 20 Agustus, sekujur badan Syahid mulai dipenuhi lepuhan. Konsentrasi lepuhan banyak di ketiak, punggung, dan perut. Duh, kebayang Bunda gimana rasanya. Sedih banget melihatnya. Karena Syahid belum mau dimandiin, akhirnya Bunda kompres aja pakai rebusan daun sirih merah, untuk anti septik.

Malamnya, Bunda minta Bapak beliin Dettol, untuk dipakai mengompres Syahid selanjutnya. Bunda juga langsung motongin kuku Syahid, khawatir nggak sengaja garuk2 cacarnya. Setelah dikompres, Bunda olesin minya herbal ke cacarnya.

Untuk pengobatan dari dalam, Bunda dan Bapak kasih madu ke Syahid. Juga semacam teh China untuk meredakan panas di dalamnya, juga susu beruang. Alhamdulillah, malam Sabtu, Syahid udah nggak demam lagi. Sepertinya cacar sudah keluar semua.

Sabtu paginya, beberapa lepuhan cacar mulai mengering. Terlihat dari warnanya yang kecoklatan dan sebagian berwarna hitam. Sementara lepuhan yang lain, dengan ukuran yang besar, mulai memperlihatkan cairan yang mengeruh seperti nanah, pertanda akan mengering juga.

Sekarang tinggal mengeringkan keseluruhan cacarnya. Hal yang dirasakan tidak enak oleh Syahid pada fase ini adalah sensasi gatalnya. Sementara, Syahid sudah tahu resiko apabila cacarnya digaruk, sehingga ia sekuat tenaga untuk tidak menggaruk. Itulah yang terkadang bikin Syahid kesel dan menangis. Tapi itu, sangat jarang. Kagum banget deh, Bunda.

Oh, iya. Banyak yang menyarankan agar cacar Syahid dikasih bedak untuk mengurangi gatalnya. Tapi Bunda dan Bapak memutuskan untuk tidak memberinya. Alasannya, lepuhan cacar itu berisi cairan. Namanya cairan kalo ketemu bubuk bedak pasti menggumpal. Khawatir nanti  malah menyebabkannya menjadi kotor dan kuman bersarang di gumpalan itu.

Syafakallah ya, Nak. Percayalah, Bunda dan Bapak tahu apa yang harus dilakukan untuk merawatmu.
Read More »

Ketika Bunda Tua

Beberapa waktu yang lalu, Bunda iseng iseng bertanya pada Syahid.

"Sayang, kalau Bunda udah tua, Syahid masih sayang, nggak?"
"Pasti sayang lah, Nda... Nggak mungkin nggak sayang...."
"Kalo Bunda sakit sakitan?"
"Bunda tenang aja. Kan ada Ayik yang ngurusin."
"Kalau Bunda ngerepotin?"
"Nggak papa. Kan ada istrinya Ayik yang bantuin. Anaknya Ayik juga ikut ngurusin Bunda."

Masya Allah... Bunda sampe terharu mendengarnya. Bunda memang nggak bercita cita untuk sakit sakitan di masa tua. Pengennya sehat, nggak ngerepotin anak anak. Cuma kadang timbul kekhawatiran. Gimana kalo sakit? Apa nggak merepotkan? Namanya juga orangtua. Heheh....

Makasih ya, Sayang. Udah ada niat buat ngurusin Bunda. Mudah mudahan kita semua sehat terus sampai tua ;)



Read More »

Hari Pertama Sekolah

Hari ini adalah hari pertama Syahid masuk sekolah di TK B. Masya Allah, Syahid sangat bersemangat. Waktu mau mandi Syahid bilang, "Ayik nggak mau terlambat sedikit pun." Hmm, nampaknya udah nggak sabar pengen segera ketemu teman2 dan guru kesayangan ;)

Syahid berangkat bareng Bunda. Bunda sempat ikut masuk ke kelas Syahid. Cuma sebentar, karena Syahid nggak mau ditungguin. Setelah Syahid naruh tasnya di loker, Bunda langsung pamit ke sekolah Bunda, yang lokasinya memang tidak jauh dari TK Syahid. Berhadapan malah, hanya terpisah jalan ;)

Syahid pulang jam 10, dijemput Bapak. Saat dzuhur, Syahid ke sekolah Bunda, bareng Bapak yang mau jamaah di masjid. Pas Bunda tanya, "Gimana tadi di sekolah, Sayang?" Jawabannya, "Seru, Nda!" Alhamdulillah.... Bunda seneng banget ndengernya. Apalagi waktu dia bilang, "Kelas Ayik sangat indah lho, Nda. Ayik seneng." :)

Alhamdulillah, ya, Allah.... :)

Bunda selalu berdoa, semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan dan kebahagiaan untuk Syahid. Semoga Syahid selalu semangat, disayangi guru, dan disukai teman teman di sekolah. Selamat bersenang senang di sekolah ya, Sayang... :)
Read More »

Syahid Belajar Puasa

Tanpa terasa, bulan Ramadhan sudah genap enam belas hari. Sungguh, begitu cepat waktu berlalu. Padahal, seolah baru kemari bulan Ramadhan datang.

Alhamdulillah, hingga hari ini, Syahid masih istikomah menjalankan puasanya. Walaupun hanya setengah hari, atau bahkan tidak sampai. Tak apa.  Bunda dan Bapak memang tidak memaksakan Syahid untuk sehari penuh berpuasa. Toh belum diwajibkan baginya. Melihat semangatnya saja sudah sangat bahagia. Semoga ini menjadi bekal agar kelak ia merasa senang dan tanpa beban menjalankan puasa di usia balighnya.

Syahid juga tak pernah mau ketinggalan makan sahur. Kadang dibangunkan, kadang bangun sendiri. Makan sahurnya tak harus dihabiskan. Senerimanya dia. Sesenangnya dia. Yang penting tau maknawiyahnya. Bahwa sahur adalah sunnah Rasulullah SAW.

Barokallah ya, Nak. Malam ini, malam menuju Nuzulul Quran. Semoga di sisa Ramadhan ini, kita bisa menghidupkan Al Quran, dan menyinari rumah kita dengan cahayanya. Aamiin....

Read More »